
Ngawi (16/2). Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap umat muslim diseluruh dunia. Bahkan karena sangat istimewanya bulan Ramadhan, umat muslim berharap setiap bulan seperti bulan Ramadhan. Itu disebabkan karena banyak keistimewaan yang ada didalamnya. Diantaranya bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan, bulan yang penuh rahmat, pahala dilipat gandakan dari pada bulan-bulan selain Ramadhan. Pada bulan Ramadhan juga diturunkan Al Qur’an sebagai pegangan hidup dan pedoman beribadah umat islam.
Pada bulan Ramadhan, Allah SWT memerintahkan kepada umat muslim untuk berpuasa. Puasa tidak sekedar menahan rasa lapar dan dahaga, tetapi bagaimana Allah SWT menginginkan supaya hambanya mempunyai ketakwaan yang tinggi, sebagaimana firman Allah SWT ;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaima diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Surat Al Baqorah : 183
Tentunya untuk menyambut bulan yang dianggap suci oleh seluruh umat muslim ini ada beberapa persiapan-persiapan dan rencana atau program yang dilaksanakan, baik secara individual atau kolektif.
Yang pertama adalah persiapan ilmu, agar umat muslim bisa meraih pahala bulan puasa dengan maksimal maka agar mempelajari ilmu-ilmu tentang ibadah di bulan Ramadhan. Apa yang diperintahkan, apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak diperbolehkan agar tahu. Dengan begitu setelah bulan Ramadhan lewat tidak ada penyesalan.
Yang kedua adalah persiapan hati atau niat. Maka setiap muslim yang akan memasuki bulan suci Ramadhan hendaknya mensucikan niat serta membersihkan hati supaya dalam menjalankan ibadah dibulan Ramadhan senantiasa dalam ketenangan dan kekhusyukan.
Yang ketiga persiapan fisik. Kesehatan jasmani adalah sangat mempengaruhi kesuksesan umat muslim untuk menyelesaikan rangkaian ibadah di bulan puasa.
Yang keempat adalah persiapan maliah atau harta. Tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan harta atau biaya untuk mencapai kesuksesan ibadah puasa.

Drs. Yadi Ketua DPD LDII Ngawi memberikan penjelasan Program 5 Sukses Ramadhan disela-sela mengikuti Rapimnas LDII.Disela-sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII Tahun 2026 (16/2) yang diikuti dari Zoom di Kantor DPD LDII, Drs. Yadi sebagai ketua DPD LDII Kabupaten Ngawi selain mengajak mempersiapkan diri juga mengajak dan menyerukan kepada semua umat muslim khususnya yang ada di kabupaten Ngawi untuk meraih 5 Sukses Ramadhan dalam menjalankan rangkaian ibadah di bulan Ramadhan.
“Kami mengajak dan menyerukan kepada semua umat muslim dimanapun berada dan khususnya umat muslim di kabupaten Ngawi, mengajak dan menyerukan untuk meraih 5 Sukses Ramadhan yaitu, Sukses Puasa, Sukses Sholat Tarawih, Sukses Membaca Al Qur’an yaitu bisa khatam tiga puluh juz dalam satu bulan Ramadhan, Sukses Lailatul Qodar, dan terakhir adalah Sukses Zakat Fitrah” kata Yadi.
Kelima sukses Ramadhan tersebut adalah ;
Yang pertama, Sukses Puasa
Sebagaimana firman Allah, SWT
…فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ ……
Artinya; “…barang siapa yang menjumpainya (bulan Ramadhan), maka berpuasalah …” (QS : Al Baqorah : 185).
Yang kedua, Sukses Shalat Tarawih
Shotal Tarawih merupakan sholat malam yang hanya dikerjakan dibulan Ramadhan. Hukum sholat Tarawih adalah sunnah muakad (Sunnah yang sangat dianjurkan) sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits Bukhori dan Muslim.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya; “Barang siapa melakukan Qiyam Ramadhan (berdiri melakukan sholat di malam bulan Ramadhan) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Yang ketiga, Sukses membaca AL Qur’an atau Tadarus
Drs. Yadi mengajak agar dalam satu bulan Ramadhan ini masing-masing umat muslim bisa menghatamkan membaca Al Qur’an 30 Juz.
Yang keempat, Sukses Lailatul Qodar
Lailatul Qodr adalah malam pangkat yang diturunkan oleh Allah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Dalam suatu riwayat pada HR Ibnu Abi Hatim mengisahkan ada empat orang nabi dari Bani Israil yang selama 80 tahun beribadah kepada Allah SWT tidak sekejappun durhaka kepada Allah, mereka adalah Nabi Ayub as, Nabi Zakariya as, Nabi Hisqil as, Nabi Yusa’ bin Nun as.
Mendengar kisah para nabi tersebut, para sahabat sangat takjub. Kemudian mereka berkata bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan kedudukan yang sedemikian tinggi. Kemudian malaikat Jibril as membacakan Surat Al – Qodr, yang mewahyukan kebarokahan malam yang sangat istimewa. Yaitu semalam beribadah pada malam Qodr pahalanya membandingi ibadah seribu bulan selain malam Qodr.
Maka untuk meraih pahala malam Qodar tersebut Drs. Yadi mengajak untuk mencari pahala Lailatul Qodr pada sepuluh malam terakhir. Sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah SAW.
أنَّ رسولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.
“ Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, carilah Lailatul Qodr pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari)
Yang kelima, Sukses Zakat Fitrah
Sebagaimana hadits riwayat Bukhari, bahwa kewajiban membayar zakat fitrah adalah kewajiban bagi semua umat muslim.
فَرَضَ رَسُولُ الله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ أَوْ حُرٍّ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ
Artinya : “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitri dengan satu sha’ kurna, atau gandum atas setiap orang muslimin yang merdeka ataupun budak baik laki maupun perempuan, kecil maupun besar” (HR. Bukhari) .





